Pengakuan si Penari Malam Jakarta
Semenjak tahu kalo ternyata banyak orang yang begitu suka menikmati hiburan dari sexy dancer, kami mencoba mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai pekerjaan yang satu ini langsung dari pelakunya.Bagaimana dan apa saja yang sering mereka temui, ya? Perkenalkan Lia, jelas bukan nama sebenarnya, yang sudah melakukan pekerjaan ini dari 2010.
Lia mengaku menyukai pekerjaannya meskipun terkadang banyak hal yang membuatnya menjadi risih dan merasa dilecehkan, tapi itulah resiko pekerjaan dan Lia tau akan hal itu. Bekerja sebagai seorang sexy dancer panggilan, yang berada di selatan Jakarta, membuat Lia menjadi hafal kebiasaan yang sering dilakukan oleh para penontonnya.“Kalo tarafnya masih sekedar ikut-ikut nari sambil deketin badan mah masih Lia anggap biasa. Yang nyebelin tuh kalo ada yang sampe tangannya gerayangan kemana-mana. Risih sih, tapi mau marah ya gak enak juga. Nanti malah gak dibayar atau gak dapet uang tips.” Tutur Lia.
Lia kembali menjelaskan, untuk beberapa alasan, dia sebenernya rela jika tubuhnya digerayangi oleh penontonnya. Apalagi kalo penontonnya itu ganteng dan royal dalam memberikan uang tip. Cuma tidak jarang, kini Lia lebih sering menjadi sexy dancer privat, maksudnya Cuma tampil untuk beberapa orang yang menyewa Lia dan beberapa orang temannya.
“Kebanyakan yang nyewa itu umurnya udah pada tua, udah gitu performnya di ruangan sempit. Kadang males sendiri. Tua gitu kan malesin, mas. Gak bikin semangat sama sekali, Cuma ya balik lagi, emang kudu profesional, kan.”
Lia pun mengatakan jika tidak jarang beberapa temannya menjadikan pekerjaan sexy dancer ini sebagai umpan untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih menguntungkan, yakni wanita simpanan. Untuk yang satu ini, sudah menjadi rahasia umum di kalangan sexy dancer.
“Ada yang jadi wanita simpanan, ada juga yang terima di booking. Macem-macem deh, mas. Tinggal gimana maunya kita aja, namanya duit mah ada, Cuma ya begitu caranya. Temen Lia sih banyak yang udah ngikutin begitu.”
Lia enggak?
“Kadang mau di booking, kalo emang pasar sexy dancer lagi sepi. Cuma kalo jelang Piala Dunia gini jadi rame lagi nih, mas. Cuma sayang sih, Piala Dunianya deketan sama puasa. Ya akhirnya sama aja, hehe.” Jelasnya sembari membakar rokok.Oh iya, jadi sebenarnya Lia terjun ke dunia ini karena emang mau menjadi seorang sexy dancer?
“Enggak lah, mas. Lia tadinya emang suka nari, segala macem nari Lia pelajarin. Pengen dong ya perform gitu, apalagi Lia sering liat banyak yang akhirnya bisa keliling dunia karena nari. Eh, kok pas Lia malah dapetnya orang yang salah, yang bawa Lia ke kerjaan begini. Awalnya gak mau, Cuma akhirnya dilakuin. Antara kepaksa, gak ada pilihan dan uangnya besar, mas.” Ucapnya sekaligus menutup obrolan kami.Dan sembari pulang, kami berpikir bahwa masih banyak Lia-Lia yang lain di luar sana. Apa kabar mereka



Tidak ada komentar:
Posting Komentar